Cara Riset Keyword Gratis untuk Website Usaha (Tanpa Tools Berbayar)

Riset keyword atau kata kunci adalah proses menemukan kata yang diketik calon pelanggan di Google. Dengan mengetahui kata kunci yang tepat, Anda bisa menulis halaman dan artikel yang benar-benar dicari, bukan sekadar menebak. Kabar baiknya, riset keyword dasar bisa dilakukan dengan alat gratis.
Jenis kata kunci yang perlu dipahami
| Jenis | Contoh | Ciri |
|---|---|---|
| Informasional | "cara menghitung hpp" | Mencari pengetahuan |
| Komersial | "aplikasi kasir terbaik untuk toko" | Membandingkan sebelum membeli |
| Transaksional | "jasa pembuatan website semarang" | Siap membeli atau menghubungi |
| Lokal | "servis ac dekat sini" | Mencari di sekitar lokasi |
Website usaha sebaiknya punya halaman untuk kata kunci transaksional (halaman produk/layanan) dan artikel untuk kata kunci informasional.
Short-tail vs long-tail
- Short-tail: pendek dan umum, misalnya "website". Persaingannya sangat ketat dan maksud pencarinya tidak jelas.
- Long-tail: lebih panjang dan spesifik, misalnya "biaya membuat website company profile". Pencarinya lebih sedikit, tetapi maksudnya jelas dan persaingannya lebih rendah.
Untuk website usaha kecil, fokus pada long-tail keyword biasanya lebih realistis dan menghasilkan.
1. Saran otomatis Google
Ketik kata dasar di Google, misalnya "aplikasi kasir", lalu perhatikan saran yang muncul: "aplikasi kasir offline", "aplikasi kasir toko kelontong", dan seterusnya. Saran ini berasal dari pencarian yang sering dilakukan orang.
Trik tambahan: ketik kata dasar diikuti huruf, misalnya "aplikasi kasir a", "aplikasi kasir b", untuk menemukan lebih banyak variasi.
2. "Orang juga bertanya" dan "Penelusuran terkait"
Di halaman hasil pencarian, kotak "Orang juga bertanya" berisi pertanyaan nyata yang bisa dijadikan subjudul atau FAQ. Di bagian bawah, "Penelusuran terkait" memberi ide variasi kata kunci.
3. Google Search Console
Jika website sudah berjalan, Search Console menunjukkan kata kunci yang sudah memunculkan website Anda. Ini adalah sumber ide paling akurat karena berasal dari data website Anda sendiri.
4. Google Keyword Planner
Alat dari Google Ads ini dapat dipakai untuk melihat ide kata kunci dan kisaran volume pencarian. Anda perlu akun Google Ads, tetapi tidak wajib menjalankan iklan untuk melihat ide kata kunci. Angka yang ditampilkan dapat berupa kisaran.
5. Google Trends
Google Trends menunjukkan tren minat dari waktu ke waktu dan perbandingan antar kata kunci. Berguna untuk topik musiman, misalnya "baju lebaran" atau "PPDB".
6. Pelajari pesaing
Cari kata kunci utama Anda di Google, lalu buka beberapa hasil teratas. Perhatikan:
- topik apa yang mereka bahas,
- subjudul apa yang mereka gunakan,
- pertanyaan apa yang belum terjawab dengan baik.
Tujuannya bukan menyalin, melainkan membuat konten yang lebih lengkap dan lebih membantu.
Memilih kata kunci yang tepat
Gunakan tiga pertanyaan:
- Relevan? Apakah pencarinya berpotensi menjadi pelanggan Anda?
- Realistis? Apakah hasil teratas didominasi website besar yang sulit disaingi?
- Jelas maksudnya? Apakah Anda bisa memberi jawaban terbaik untuk pencarian itu?
Memetakan kata kunci ke halaman
Buat tabel sederhana:
| Kata kunci utama | Jenis | Halaman |
|---|---|---|
| jasa landing page | Transaksional | Halaman produk landing page |
| apa itu landing page | Informasional | Artikel blog |
| biaya membuat website | Komersial | Artikel blog + tautan ke produk |
Satu halaman sebaiknya fokus pada satu kata kunci utama agar tidak saling bersaing.
Contoh hasil riset sederhana
Untuk usaha laundry di Semarang, riset singkat dengan alat gratis bisa menghasilkan daftar seperti ini:
- Transaksional/lokal: "laundry kiloan banyumanik", "laundry antar jemput semarang", "cuci bed cover semarang".
- Informasional: "cara mencuci bed cover", "cara menghilangkan noda kuning di baju putih", "berapa lama cuci sepatu di laundry".
Kata kunci transaksional dipakai untuk halaman layanan dan Google Business Profile, sedangkan kata kunci informasional menjadi ide artikel blog yang menautkan ke halaman layanan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa volume pencarian yang ideal?
Tidak ada angka pasti. Untuk usaha kecil, kata kunci dengan volume kecil tetapi maksud yang jelas sering lebih menghasilkan daripada kata kunci populer yang persaingannya sangat ketat.
Apakah boleh memakai kata kunci yang sama di beberapa artikel?
Sebaiknya tidak sebagai kata kunci utama. Bedakan fokus setiap artikel agar halaman Anda tidak saling bersaing di hasil pencarian.
Seberapa sering harus riset ulang?
Lakukan setiap beberapa bulan, terutama dengan melihat data Search Console untuk menemukan kata kunci baru yang mulai muncul.
Penutup
Riset keyword tidak harus mahal. Saran Google, "Orang juga bertanya", Search Console, Keyword Planner, dan Google Trends sudah cukup untuk menemukan kata kunci yang relevan. Fokus pada long-tail keyword yang jelas maksudnya, lalu buat halaman terbaik untuk menjawabnya.
Langkah berikutnya: baca cara menulis artikel SEO dan panduan Google Search Console.