Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Untung dan Tetap Laku

07 Juli 2026 · 4 menit baca · 4 kali dibaca
Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Untung dan Tetap Laku

Menentukan harga jual adalah salah satu keputusan terpenting dalam usaha. Harga yang terlalu rendah membuat usaha terlihat ramai tetapi tidak menghasilkan laba. Harga yang terlalu tinggi tanpa alasan yang jelas membuat pembeli memilih pesaing. Artikel ini membahas langkah dan metode menentukan harga jual yang menguntungkan sekaligus tetap menarik bagi pembeli.

Langkah 1: Hitung HPP dengan benar

Harga jual dimulai dari HPP (harga pokok penjualan), yaitu biaya untuk menghasilkan atau mendapatkan satu produk. Panduannya ada di cara menghitung HPP. Pastikan HPP sudah mencakup bahan, tenaga kerja, kemasan, dan biaya produksi lainnya.

Langkah 2: Ketahui biaya di luar HPP

Selain HPP, ada biaya operasional yang harus tertutup, seperti:

  • sewa tempat, listrik, dan internet,
  • gaji staf non-produksi,
  • biaya promosi dan iklan,
  • potongan marketplace atau biaya pembayaran,
  • ongkos kirim yang ditanggung penjual.

Metode menentukan harga

1. Markup (berdasarkan biaya)

Harga jual = HPP + (HPP × persentase markup)

Contoh: HPP Rp20.000, markup 60% → harga jual = 20.000 + 12.000 = Rp32.000.

2. Margin (berdasarkan harga jual)

Harga jual = HPP ÷ (1 − persentase margin)

Contoh: HPP Rp20.000, margin 40% → harga jual = 20.000 ÷ 0,6 = Rp33.333.

Perhatikan bahwa markup 60% dan margin 40% menghasilkan angka yang mirip, tetapi cara menghitungnya berbeda. Pastikan Anda tahu metode mana yang dipakai.

3. Berdasarkan pesaing

Bandingkan harga produk sejenis di pasar. Anda bisa memilih:

  • lebih murah jika biaya Anda memang lebih efisien,
  • setara dengan nilai tambah tertentu,
  • lebih mahal jika ada pembeda yang jelas, seperti kualitas bahan atau layanan.

4. Berdasarkan nilai

Harga ditentukan oleh seberapa besar manfaat yang dirasakan pembeli. Produk yang menghemat waktu, memberi status, atau menyelesaikan masalah penting bisa dihargai lebih tinggi daripada biayanya.

Harga psikologis

Beberapa teknik yang sering dipakai:

  • Harga berakhiran 9 atau 900, misalnya Rp49.900, yang terasa lebih murah.
  • Pilihan paket (Basic, Pro, Premium) agar pembeli membandingkan dan cenderung memilih paket tengah.
  • Harga coret yang menunjukkan harga normal dan harga promo, asalkan harga normal memang berlaku.

Gunakan dengan jujur agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga.

Contoh lengkap

Usaha kue kering menghitung:

Komponen Per toples
Bahan Rp28.000
Tenaga kerja Rp8.000
Kemasan & label Rp6.000
HPP Rp42.000

Dengan target margin 40%: 42.000 ÷ 0,6 = Rp70.000. Pesaing menjual Rp65.000–Rp80.000. Karena memakai mentega berkualitas dan kemasan premium, harga Rp69.900 dipilih, ditambah paket tiga toples Rp199.000 untuk meningkatkan nilai transaksi.

Kapan harga perlu ditinjau ulang?

  • Harga bahan baku naik signifikan.
  • Biaya pengiriman atau platform berubah.
  • Produk selalu habis (mungkin harga terlalu rendah).
  • Produk tidak bergerak meski sudah dipromosikan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Hanya menyamakan harga dengan pesaing tanpa menghitung biaya sendiri.
  • Lupa memasukkan biaya iklan dan potongan platform.
  • Terlalu sering memberi diskon sehingga pelanggan menunggu promo.
  • Tidak membedakan harga eceran dan grosir.

Menentukan harga grosir dan reseller

Jika Anda menjual ke reseller, siapkan struktur harga bertingkat, misalnya:

Jumlah Harga per unit
1–5 (eceran) Rp69.900
6–23 (reseller) Rp59.000
24+ (grosir) Rp54.000

Pastikan harga terendah masih di atas HPP ditambah biaya operasional per unit, dan beri ruang keuntungan yang wajar bagi reseller agar mereka mau menjual. Buat juga aturan harga jual minimum bagi reseller supaya harga di pasar tidak saling menjatuhkan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa margin keuntungan yang ideal?

Tidak ada angka yang sama untuk semua usaha. Margin bergantung pada jenis produk, volume penjualan, dan biaya operasional. Yang penting, laba bersih setelah semua biaya tetap positif.

Bagaimana menaikkan harga tanpa kehilangan pelanggan?

Sampaikan alasan dengan jujur, tambahkan nilai seperti kemasan lebih baik atau bonus, dan beri tahu pelanggan setia lebih dulu.

Apakah harga di marketplace boleh berbeda dengan di toko sendiri?

Boleh, karena biaya di setiap kanal berbeda. Pastikan perbedaannya masuk akal dan sesuai kebijakan platform.

Penutup

Harga jual yang tepat dimulai dari HPP yang akurat, memperhitungkan biaya operasional, lalu disesuaikan dengan pasar dan nilai yang dirasakan pembeli. Tinjau secara berkala agar usaha tetap untung.

Aplikasi KasirPro menyimpan harga beli dan menampilkan laba kotor per produk, sehingga Anda tahu produk mana yang benar-benar menguntungkan.

Artikel lainnya