Cara Menghitung ROAS dan ROI Iklan agar Tahu Iklan Untung atau Rugi

Banyak pemilik usaha menilai iklan dari jumlah like, klik, atau chat. Padahal, ukuran yang paling penting adalah: apakah iklan menghasilkan keuntungan? Dua angka yang membantu menjawabnya adalah ROAS dan ROI. Artikel ini menjelaskan cara menghitung keduanya dengan contoh sederhana.
Apa itu ROAS?
ROAS (Return on Ad Spend) adalah perbandingan antara pendapatan dari iklan dan biaya iklan.
ROAS = Pendapatan dari iklan ÷ Biaya iklan
Contoh: biaya iklan Rp1.000.000 menghasilkan penjualan Rp4.000.000. ROAS = 4.000.000 ÷ 1.000.000 = 4 (sering ditulis 4x atau 400%).
ROAS menunjukkan berapa rupiah penjualan yang dihasilkan dari setiap rupiah iklan.
Apa itu ROI iklan?
ROI (Return on Investment) memperhitungkan keuntungan, bukan hanya pendapatan.
ROI = (Laba kotor dari penjualan iklan − Biaya iklan) ÷ Biaya iklan × 100%
Dengan contoh di atas, jika margin laba kotor 40%, laba kotor dari penjualan Rp4.000.000 adalah Rp1.600.000.
ROI = (1.600.000 − 1.000.000) ÷ 1.000.000 × 100% = 60%.
Artinya, setiap Rp1 biaya iklan menghasilkan tambahan keuntungan Rp0,60 setelah biaya iklan tertutup.
ROAS vs ROI
| ROAS | ROI | |
|---|---|---|
| Mengukur | Pendapatan per biaya iklan | Keuntungan bersih dari iklan |
| Memperhitungkan margin | Tidak | Ya |
| Kegunaan | Membandingkan performa kampanye | Menilai apakah iklan benar-benar untung |
ROAS tinggi belum tentu untung jika margin produk kecil.
Menghitung ROAS impas
ROAS impas adalah ROAS minimum agar iklan tidak rugi (sebelum biaya operasional lain).
ROAS impas = 1 ÷ Margin laba kotor
| Margin laba kotor | ROAS impas |
|---|---|
| 20% | 5,0 |
| 30% | 3,3 |
| 40% | 2,5 |
| 50% | 2,0 |
Jika margin produk Anda 40%, iklan harus menghasilkan ROAS minimal 2,5 agar biaya iklan tertutup.
Batas biaya per pesanan
Cara lain yang praktis: hitung biaya iklan maksimal per pesanan.
Biaya iklan maksimal per pesanan = Laba kotor per pesanan
Contoh: rata-rata pesanan Rp150.000 dengan margin 40% → laba kotor Rp60.000. Jika biaya iklan per pesanan di atas Rp60.000, iklan merugi. Targetkan jauh di bawah angka ini agar masih ada keuntungan.
Memasukkan nilai pelanggan jangka panjang
Untuk usaha dengan pembelian berulang, pelanggan dari iklan bisa membeli lagi tanpa biaya iklan tambahan. Jika pelanggan rata-rata membeli tiga kali, iklan yang impas di pembelian pertama bisa tetap menguntungkan secara keseluruhan. Namun, hitung secara hati-hati dan berdasarkan data nyata, bukan perkiraan optimistis.
Cara melacak penjualan dari iklan
- Pelacakan konversi di platform iklan (pixel atau tag) untuk penjualan di website.
- Kode promo khusus untuk setiap kampanye.
- Tautan dengan parameter UTM untuk melihat sumber di Google Analytics.
- Pertanyaan sederhana saat chat: "Tahu dari mana?"
- Label di WhatsApp Business untuk pesanan yang berasal dari iklan.
Contoh lengkap evaluasi kampanye
| Data | Nilai |
|---|---|
| Biaya iklan | Rp1.500.000 |
| Jumlah pesanan dari iklan | 30 |
| Pendapatan | Rp4.500.000 |
| Margin laba kotor | 35% |
- ROAS = 4.500.000 ÷ 1.500.000 = 3,0
- ROAS impas = 1 ÷ 0,35 ≈ 2,86
- Laba kotor = 4.500.000 × 35% = Rp1.575.000
- ROI = (1.575.000 − 1.500.000) ÷ 1.500.000 ≈ 5%
- Biaya iklan per pesanan = Rp50.000; laba kotor per pesanan = Rp52.500
Kesimpulan: iklan sedikit di atas impas. Langkah berikutnya bisa berupa memperbaiki materi iklan atau halaman tujuan, atau mempromosikan produk dengan margin lebih tinggi.
Kesalahan yang sering terjadi
- Hanya melihat jumlah klik atau chat.
- Mengabaikan margin produk.
- Tidak melacak penjualan dari iklan.
- Menilai terlalu cepat sebelum data cukup.
- Lupa memasukkan biaya lain seperti ongkir gratis atau diskon.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa ROAS yang bagus?
Tidak ada angka universal. ROAS yang "bagus" adalah yang berada di atas ROAS impas sesuai margin produk Anda, dengan selisih yang cukup untuk menutup biaya lain.
Apakah ROAS bisa dipakai untuk jasa?
Bisa. Gunakan nilai pekerjaan yang diperoleh dari iklan sebagai pendapatan, dan hitung margin jasa Anda.
Bagaimana jika penjualan terjadi di WhatsApp, bukan di website?
Gunakan kode promo, label chat, atau pertanyaan sumber, lalu catat secara manual di spreadsheet atau aplikasi kasir.
Penutup
ROAS menunjukkan seberapa besar penjualan dari iklan, sedangkan ROI menunjukkan apakah iklan benar-benar menguntungkan. Hitung ROAS impas dan batas biaya per pesanan berdasarkan margin produk, lalu lacak penjualan dengan disiplin.
Halaman tujuan yang fokus membantu meningkatkan hasil iklan. Lihat landing page promosi dan baca cara beriklan di Instagram untuk pemula.