Komisi teknisi

Panduan

Untuk apa

Menghitung komisi setiap teknisi secara adil dan otomatis, lalu mencatat pembayarannya. Komisi bisa terdiri dari:

  • % dari jasa — persen dari pendapatan jasa yang dikerjakan teknisi;
  • Per unit selesai — nominal untuk setiap unit servis yang selesai;
  • Potongan per klaim — dikurangkan setiap ada klaim garansi atas pekerjaannya.

Sejak 1.9.0 komisi bawaannya diakui saat lunas: teknisi mendapat komisi sebanding uang yang sudah dibayar pelanggan. Invoice yang belum lunas tampil sebagai komisi tertunda — tidak hangus, diakui saat pelanggan membayar. Ada juga tombol Tandai komisi dibayar yang mengunci angka periode itu dan sekaligus mencatat pengeluaran kas.

Tempatnya: Laporan → Kinerja teknisi (kolom Komisi, kartu Total komisi periode ini dan Komisi tertunda, tombol Atur komisi teknisi).

Siapa yang bisa

Hak (nama di layar) Pemilik Admin Kasir Teknisi Keuangan
Laporan servis, teknisi, stok (membuka Laporan → Kinerja teknisi) ✔ ✔ – – ✔
Mengatur dan melihat komisi teknisi (kolom Komisi, Atur komisi teknisi) ✔ – – – ✔
Mencatat pengeluaran (dibutuhkan juga untuk Tandai komisi dibayar) ✔ ✔ – – ✔
Membatalkan pengeluaran (membatalkan pembayaran komisi) ✔ – – – ✔

Teknisi tidak melihat komisi rekannya. Admin melihat laporan Kinerja teknisi tanpa kolom komisi.

Aturan

  • KOM-1 — Komisi = persen × pendapatan jasa yang dikerjakan teknisi + nominal per unit servis selesai − potongan per klaim garansi atas pekerjaannya − persen × refund klaim gagal atas pekerjaannya. Tidak pernah kurang dari 0 dalam satu periode; kelebihan potongan dibawa ke pembayaran berikutnya.
  • KOM-2 — Dasar pengakuan (Laporan → Kinerja teknisi → Atur komisi teknisi → Komisi diakui): Saat lunas (bawaan) — jasa diakui sebanding uang yang masuk, menurut tanggal pembayaran dialokasikan ke invoice; nominal per unit juga sebanding pelunasan invoice servisnya. Saat invoice terbit — perilaku 1.8.1 (jasa menurut tanggal invoice, unit menurut tanggal selesai).
  • KOM-3 — Piutang tidak hangus: bagian yang belum dibayar pelanggan tampil sebagai komisi tertunda dan diakui saat dibayar.
  • KOM-4 — Servis klaim garansi tidak menambah komisi (jasa maupun per unit) bagi teknisi yang mengerjakannya; klaim tetap menjadi potongan bagi teknisi servis asal.
  • KOM-5 — Refund klaim garansi gagal mengurangi komisi teknisi servis asal: persen komisinya × nilai refund, di periode refund.
  • KOM-6 — Tandai komisi dibayar mengunci angka periode itu dan mencatat Pengeluaran (akun Gaji dan Komisi 6100). Periode yang sudah dibayar tidak bisa dibayar dua kali (tanggal tidak boleh bertumpuk).
  • KOM-7 — Perubahan setelah dibayar (invoice dibatalkan, pembayaran dibatalkan, refund) menjadi koreksi otomatis pada pembayaran komisi berikutnya teknisi itu.
  • KOM-8 — Dasar komisi jasa pihak ketiga (servis luar) (Atur komisi teknisi → Jasa pihak ketiga (servis luar)): Harga penuh (bawaan) — persen × harga jasa, sama dengan jasa biasa; Selisih harga − modal — persen × (harga jasa − Modal ke pihak ketiga yang tercatat saat invoice terbit), tidak pernah kurang dari 0; Tidak dapat komisi — jasa itu tidak memberi komisi persen. Nominal per unit selesai tidak terpengaruh.
  • KOM-9 — Diskon invoice mengurangi dasar komisi (bawaan mati: komisi dari harga jasa sebelum diskon). Bila hidup, diskon tingkat invoice (termasuk potongan tukar poin) dibagi sebanding ke setiap baris — diskon × harga baris ÷ subtotal, dibulatkan ke sen — sebelum komisi dihitung. Untuk jasa pihak ketiga dengan dasar Selisih, diskon dikurangkan dulu, baru modal. Berlaku pada kedua dasar pengakuan (saat lunas dan saat invoice terbit).
  • KOM-10 — Perubahan pilihan KOM-8/KOM-9 berlaku untuk perhitungan komisi berikutnya. Tandai komisi dibayar menyimpan pilihan yang berlaku saat itu; koreksi KOM-7 menghitung ulang periode yang sudah dibayar dengan pilihan yang tersimpan, sehingga mengganti pilihan tidak mengubah atau mengoreksi komisi yang sudah dibayar.

Contoh hitungan

Data contoh: Andi (Teknisi demo) — % dari jasa 10%, per unit selesai Rp 5.000, potongan per klaim Rp 0.

A. Invoice lunas sekaligus. Dewi Lestari: jasa Rp 150.000 + LCD Rp 750.000 = invoice Rp 900.000, lunas.

  • Jasa: 10% × Rp 150.000 = Rp 15.000 (part LCD tidak dihitung)
  • Unit: 1 × Rp 5.000 = Rp 5.000
  • Komisi: Rp 20.000

B. Dibayar sebagian (dasar saat lunas). Misalkan invoice Dewi yang sama baru dibayar Rp 450.000 (50%) di bulan ini:

  • Jasa diakui: 50% × Rp 150.000 = Rp 75.000 → 10% = Rp 7.500
  • Unit diakui: 0,5 unit × Rp 5.000 = Rp 2.500
  • Komisi bulan ini Rp 10.000; tertunda Rp 10.000 — diakui di bulan pelanggan melunasi.

C. Piutang lama. CV Maju Jaya, jasa Rp 150.000, invoice terbit tetapi baru dilunasi dua minggu kemudian:

Dasar Periode invoice terbit Periode pelunasan
Saat lunas (bawaan) Rp 0 (tertunda Rp 20.000) Rp 20.000
Saat invoice terbit Rp 20.000 Rp 0

D. Klaim gagal (KOM-5). Bila potongan per klaim Rp 5.000 dan klaim atas pekerjaan Andi gagal sehingga toko mengembalikan Rp 100.000: potongan = 1 klaim × Rp 5.000 + 10% × Rp 100.000 = Rp 15.000 di periode itu.

E. Koreksi (KOM-7). Komisi Andi bulan lalu sudah dibayar Rp 20.000. Minggu ini invoice Dewi dibatalkan → saat membayar komisi berikutnya muncul Koreksi periode lalu −Rp 20.000. Bila komisi periode baru Rp 12.000, yang dibayarkan Rp 0 dan sisa potongan Rp 8.000 dibawa ke pembayaran berikutnya.

F. Jasa pihak ketiga & diskon (KOM-8, KOM-9). Servis yang dikerjakan Andi (10%): "Ganti keyboard" Rp 200.000 + "Reball VGA" Rp 400.000 yang dikerjakan bengkel luar dengan modal Rp 250.000. Invoice diberi diskon Rp 60.000 → subtotal Rp 600.000, total Rp 540.000. Bagian diskon: keyboard Rp 60.000 × 200.000 ÷ 600.000 = Rp 20.000; reball Rp 60.000 × 400.000 ÷ 600.000 = Rp 40.000.

Jasa pihak ketiga Diskon mengurangi: mati (bawaan) Diskon mengurangi: hidup
Harga penuh (bawaan) 10% × (200.000 + 400.000) = Rp 60.000 10% × (180.000 + 360.000) = Rp 54.000
Selisih harga − modal 10% × (200.000 + 150.000) = Rp 35.000 10% × (180.000 + 110.000) = Rp 29.000
Tidak dapat komisi 10% × 200.000 = Rp 20.000 10% × 180.000 = Rp 18.000

Dengan dasar saat lunas, angka di atas diakui sebanding uang yang masuk: bila pelanggan baru membayar Rp 270.000 (50% dari Rp 540.000) dengan pilihan Selisih + diskon hidup, komisi bulan ini 50% × Rp 29.000 = Rp 14.500 dan tertunda Rp 14.500.

G. Mengganti pilihan setelah dibayar (KOM-10). Komisi Andi di contoh F (Rp 14.500, pilihan Selisih + diskon hidup) sudah ditandai dibayar. Besoknya pemilik mengganti pilihan ke Harga penuh + diskon mati. Pembayaran komisi berikutnya tidak memuat koreksi Rp 15.500 (selisih Rp 30.000 − Rp 14.500); pilihan baru hanya dipakai untuk uang yang masuk sesudahnya — mis. pelunasan Rp 270.000 berikutnya memberi 10% × 300.000 = Rp 30.000.

Komisi di laporan Kinerja teknisi

Dialog bayar komisi: rincian, koreksi, dan tombol Tandai dibayar Rp …

Contoh kasus toko

Setiap tanggal 1, Pemilik membuka Laporan → Kinerja teknisi, memilih periode bulan lalu, dan melihat kolom Komisi. Untuk Andi tertulis "10% jasa Rp 180.000 + 9 unit Rp 45.000" (jasa yang lunas bulan itu Rp 1.800.000) dan "tertunda Rp 17.000" (printer Kantor Notaris Wijaya yang belum dibayar: 10% × Rp 120.000 + 1 unit Rp 5.000). Pemilik menekan Tandai komisi dibayar, memilih Dibayar dari: Kas Utama, lalu Tandai dibayar Rp 225.000. Pengeluaran "Komisi teknisi Andi …" otomatis tercatat, dan di laporan kolom itu berlabel Dibayar. Ketika bulan depan Kantor Notaris Wijaya melunasi, Rp 17.000 itu masuk ke komisi Andi bulan depan.

Pengaturan terkait

Batasan

  • Komisi persen dihitung dari jasa saja; part (termasuk part yang digabung ke jasa) dan biaya lain tidak dihitung. Bawaannya sebesar harga jasa sebelum diskon invoice (lihat KOM-9 untuk mengubahnya).
  • Dasar Selisih harga − modal memakai modal yang tercatat di invoice saat terbit; untuk invoice sebelum 1.9.1 dipakai modal yang tertulis di jasa servisnya.
  • Pembagian diskon per baris dibulatkan ke sen, sehingga jumlahnya bisa selisih Rp 0,01 dari diskon invoice.
  • Pembayaran komisi sebelum 1.9.1 dianggap memakai pilihan bawaan (harga penuh, diskon tidak mengurangi).
  • Jasa di penjualan langsung tidak memberi komisi teknisi.
  • Pembayaran komisi bisa dibatalkan hanya mulai dari yang terbaru (tombol Batalkan di riwayat dialog bayar komisi, atau batalkan pengeluarannya).
  • Periode pembayaran tidak boleh melewati hari ini dan tidak boleh bertumpuk dengan periode yang sudah dibayar.
  • Mengubah dasar pengakuan, dasar jasa pihak ketiga, atau pilihan diskon berlaku untuk perhitungan selanjutnya; pembayaran yang sudah dikunci tetap memakai pilihan saat dibayar.

Pertanyaan umum

Kenapa komisi teknisi bulan ini lebih kecil dari biasanya setelah pembaruan 1.9.0? Bawaan 1.9.0 adalah saat lunas: invoice yang belum dibayar menjadi komisi tertunda dan masuk saat dilunasi. Bila ingin cara lama, pilih Saat invoice terbit di Atur komisi teknisi.

Apakah part yang digabung ke jasa ikut dihitung komisi? Tidak. Komisi persen dihitung dari jasa saja.

Teknisi hanya mengantar unit ke bengkel luar. Haruskah ia dapat komisi penuh? Pemilik yang menentukan di Atur komisi teknisi → Jasa pihak ketiga (servis luar): Harga penuh (bawaan), Selisih harga − modal, atau Tidak dapat komisi.

Pelanggan diberi diskon. Apakah komisi teknisi ikut turun? Bawaannya tidak. Hidupkan Diskon invoice mengurangi dasar komisi bila ingin diskon ikut ditanggung komisi; contoh hitungannya ada di contoh F.

Komisi sudah dibayar, lalu invoicenya dibatalkan. Apakah teknisi harus mengembalikan uang? Tidak perlu tunai. Selisihnya otomatis menjadi potongan (koreksi) pada pembayaran komisi berikutnya.

Pemilik ikut mengerjakan servis. Apakah tercatat di laporan komisi? Ya. Bila Pemilik tercatat sebagai teknisi servis itu, namanya tampil di laporan Kinerja teknisi dan komisinya bisa diatur.

Bagaimana mencatat pembayaran komisi? Dengan tombol Tandai komisi dibayar di Laporan → Kinerja teknisi. Tidak perlu lagi mencatat manual di Pengeluaran.

Masih bingung? Tanya lewat WhatsApp