Stok barang & HPP rata-rata

Panduan

Berlaku sejak 1.5.0 · diperbarui di 1.9.0 (kategori & merk, jumlah desimal, hak barang dipisah, harga pokok tersembunyi).

Untuk apa

Menu Stok → Part & stok mencatat berapa banyak setiap part yang ada di toko, berapa yang sudah "dipesan" oleh servis, dan berapa modal (harga pokok) rata-rata per part. Dari sini aplikasi tahu:

  • part mana yang menipis atau habis,
  • berapa laba setiap kali part dijual atau dipakai servis (harga jual dikurangi harga pokok),
  • berapa nilai persediaan (uang yang "tertanam" di rak).

Harga pokok dihitung otomatis dengan cara rata-rata bergerak: setiap kali barang masuk dengan harga berbeda, rata-ratanya dihitung ulang. Anda tidak perlu menghitung sendiri.

Siapa yang bisa

Hak diatur di Pengaturan → Pengguna & hak akses → Peran & hak akses, kelompok Stok & pembelian.

Yang dilakukan Hak di layar Peran bawaan
Membuka menu Stok, melihat jumlah & harga jual Melihat stok Pemilik, Admin, Kasir, Teknisi, Keuangan
Membuat part baru (tombol Part baru) Menambah barang baru Pemilik, Admin
Mengubah nama, harga jual, stok minimum, kategori, merk, barcode (tombol Ubah) Mengubah data barang, harga jual, kategori & merk Pemilik, Admin
Melihat HPP rata-rata, kolom harga pokok di kartu stok, dan nilai stok Melihat harga pokok part Pemilik, Keuangan
Stok awal, tambah, kurangi (tombol Stok awal / penyesuaian) Penyesuaian stok Pemilik, Admin

Sejak 1.9.0 hak "menambah" dan "mengubah" barang dipisah. Peran yang dulu punya hak lama "mengelola part" otomatis mendapat keduanya.

Aturan

  • STK-1 — Setiap part punya tiga angka: Stok (fisik di rak), Dicadangkan (sudah masuk ke servis — lewat estimasi yang disetujui atau tambah part saat pengerjaan — tetapi invoicenya belum terbit), dan Tersedia = Stok − Dicadangkan.
  • STK-2 — Part yang disetujui di estimasi langsung dicadangkan untuk servis itu. Bila stok tersedianya tidak cukup, servis berpindah ke status Menunggu part.
  • STK-3 — Stok baru benar-benar berkurang saat invoice terbit (servis maupun penjualan langsung). Part dibebankan dengan HPP rata-rata saat itu; servis dibatalkan → cadangan dilepas tanpa mengubah stok.
  • STK-4 — Selama Izinkan stok minus tidak dicentang, invoice ditolak bila stok kurang, dengan pesan yang menyebut nama part dan sisa stoknya. Yang dihitung adalah stok fisik dikurangi part yang dicadangkan servis lain (mulai 1.9.0): penjualan langsung tidak bisa "mengambil" part yang sudah dijanjikan ke servis, sedangkan invoice servis boleh memakai cadangannya sendiri. Penyesuaian Kurangi juga ditolak bila stok tidak cukup.
  • STK-5 — HPP rata-rata baru = (stok lama × HPP lama + jumlah masuk × harga masuk) ÷ (stok lama + jumlah masuk), disimpan sampai 4 angka di belakang koma. Bila stok lama 0 atau minus, HPP baru = harga masuk.
  • STK-6 — Barang keluar (dijual, dipakai servis, retur ke pemasok, dikurangi) tidak mengubah HPP rata-rata; nilainya = jumlah × HPP rata-rata saat itu.
  • STK-7 — Part disebut Menipis bila stok minimumnya lebih dari 0 dan stok fisik ≤ stok minimum. Jumlahnya tampil di saringan Menipis dan kartu Stok menipis di Beranda. Stok minimum 0 = tidak pernah dianggap menipis.
  • STK-8 — Stok awal wajib diisi harga pokok per satuan dan nilainya dicatat sebagai modal saldo awal. Tambah tanpa harga memakai HPP rata-rata saat ini dan dicatat ke akun Selisih Stok. Kurangi dibebankan ke akun Selisih Stok sebesar jumlah × HPP rata-rata.
  • STK-9 — HPP rata-rata, kolom harga pokok di kartu stok, dan total nilai stok hanya dikirim ke pengguna yang punya hak Melihat harga pokok part. Pengguna lain tidak melihatnya sama sekali.
  • STK-10 — Membuat part butuh hak Menambah barang baru; mengubah data part butuh hak Mengubah data barang, harga jual, kategori & merk. Punya salah satu saja tidak cukup untuk yang lain.
  • STK-11 — Barcode pabrik tidak boleh sama dengan barcode atau kode part lain (huruf besar/kecil dianggap sama), agar hasil pindai tidak membingungkan. Barcode paling panjang 64 karakter.
  • STK-12 — Jumlah stok boleh pecahan sampai 3 angka di belakang koma (mis. 1,5 meter kabel). Di semua kolom jumlah, ketik 1,5 atau 1.5 — keduanya dibaca satu setengah (mulai 1.9.0); harga jual dan harga pokok sampai 2 angka (sen).

Contoh hitungan

Memakai data contoh: RAM 8 GB DDR4 SODIMM — stok awal 10 pcs, harga pokok Rp 280.000, harga jual Rp 450.000.

1. Pembelian dengan harga naik — pemasok menaikkan harga, Anda membeli 5 pcs @ Rp 310.000.

Langkah Hitungan Hasil
Nilai stok lama 10 × Rp 280.000 Rp 2.800.000
Nilai barang masuk 5 × Rp 310.000 Rp 1.550.000
Stok baru 10 + 5 15 pcs
HPP rata-rata baru Rp 4.350.000 ÷ 15 Rp 290.000

2. Dijual 1 pcs lewat Jual langsung seharga Rp 450.000.

  • HPP yang dibebankan: 1 × Rp 290.000 = Rp 290.000 (STK-6, rata-rata tidak berubah).
  • Laba kotor: Rp 450.000 − Rp 290.000 = Rp 160.000.
  • Sisa stok 14 pcs, nilai persediaan 14 × Rp 290.000 = Rp 4.060.000.

3. Angka yang tidak bulat — SSD 512 GB NVMe: stok 8 @ Rp 420.000, beli lagi 3 @ Rp 450.000. (8 × 420.000 + 3 × 450.000) ÷ 11 = 4.710.000 ÷ 11 = 428.181,8181… → disimpan 428.181,8182 dan tampil Rp 428.181,82 (bila Tampilkan sen hidup).

4. Dicadangkan & tersedia — Keyboard Asus X441 stok 4. Estimasi servis Yoga Pratama (Asus X441) disetujui dengan 1 keyboard → Dicadangkan 1, Tersedia 3. Stok fisik tetap 4 sampai invoice servis itu terbit, lalu menjadi 3 dan cadangan 0.

Contoh kasus toko

Senin pagi Bu Rina (Admin) melihat kartu Stok menipis: 2 di Beranda. Ia membuka Stok, menekan saringan Menipis, dan melihat Baterai Lenovo L15 tinggal 2 dengan stok minimum 2. Ia mencatat pembelian 3 baterai dari pemasok. Kasir yang membuka part yang sama hanya melihat stok dan harga jual — harga modalnya tidak tampil, sehingga harga pokok toko tidak tersebar ke semua karyawan.

Daftar stok dengan saringan dan kolom Dicadangkan/Tersedia

Kartu stok sebuah part dengan HPP rata-rata

Pengaturan terkait

Batasan

  • Stok dan HPP hanya untuk satu toko (satu cabang). Tidak ada nomor seri per unit part.
  • Penjualan langsung memeriksa stok fisik, bukan stok tersedia. Part yang sudah dicadangkan untuk servis masih bisa terjual lewat Jual langsung; akibatnya invoice servis tersebut nanti bisa ditolak karena stok kurang.
  • Mutasi stok yang sudah tercatat tidak bisa dihapus atau diubah; koreksi dilakukan dengan penyesuaian, retur, atau stok opname.
  • Kartu stok menampilkan 200 mutasi terakhir.

Pertanyaan umum

Kenapa HPP part saya berubah padahal saya tidak mengubah apa-apa? HPP rata-rata dihitung ulang setiap ada barang masuk (pembelian, stok awal, tambah, part bekas, opname lebih) dengan harga berbeda. Lihat kolom harga pokok di kartu stok untuk menelusurinya.

Apa beda Stok, Dicadangkan, dan Tersedia? Stok = barang fisik di rak. Dicadangkan = sudah masuk ke servis (estimasi disetujui atau ditambahkan teknisi) tetapi belum ditagih. Tersedia = yang masih bebas dipakai servis lain.

Kasir saya tidak melihat harga modal. Apakah itu salah? Tidak. Harga pokok hanya tampil bagi peran yang punya hak Melihat harga pokok part (bawaan: Pemilik dan Keuangan). Pemilik bisa mencentangnya untuk peran lain.

Bolehkah saya mengizinkan stok minus? Boleh, di Pengaturan → Kasir & pajak, tetapi tidak disarankan: barang yang keluar sebelum tercatat masuk dibebankan dengan HPP lama sehingga laba bisa meleset. Lebih baik catat pembelian atau stok awal dulu.

Lihat juga: Stok part

Masih bingung? Tanya lewat WhatsApp